Hari Hangeul genap 100 tahun, dirayakan dengan festival di Gwanghwamun

Korea.net / KOCIS (Jeon Han) / CC BY-SA 2.0 (Wikimedia Commons)
9 Oktober 2026 adalah 한글날 (Hangeullal) – Hari Hangeul – yang istimewa. Tahun ini menandai 100 tahun sejak hari peringatan ini pertama kali ditetapkan, dan 580 tahun sejak Raja Sejong menerbitkan 훈민정음 (Hunminjeongeum), dokumen yang memperkenalkan alfabet Korea. Lapangan Gwanghwamun di Seoul, tempat berdirinya patung Raja Sejong, menjadi pusat perayaan.
Dari "Hari Gagya" ke Hari Hangeul
Hari peringatan ini dimulai pada 1926 dengan nama 가갸날 (Gagyanal), diambil dari suku kata pertama yang dilatih para pelajar: 가, 갸, 거, 겨… Namanya kemudian diganti menjadi Hari Hangeul. Pada 2026, Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata menggelar Pekan Hangeul secara nasional hingga 17 Oktober untuk memperingati seabad hari ini.
Malam sebelumnya: huruf-huruf menjadi bintang
Pada malam 8 Oktober, perayaan malam menjelang Hari Hangeul memenuhi Lapangan Gwanghwamun. Grup K-pop Atheart dan band indie Broccoli, You Too tampil, dan para pelajar Sejong Institute dari luar negeri membacakan makna Hangeul bersama warga Korea dari berbagai generasi. Malam itu ditutup dengan pertunjukan media facade di gerbang Gwanghwamun: 24 huruf dasar Hangeul muncul dari kegelapan, berubah menjadi rasi bintang, lalu akhirnya menyatu dengan motif lukisan di gerbang.
Mencoba Hangeul langsung
Pada siang hari, festival Pekan Hangeul bertajuk "Hangeul di Sekitarku" (내 곁에 한글, nae gyeote hangeul) membuka 26 stan kegiatan, diselenggarakan oleh kementerian, Institut Nasional Bahasa Korea, dan Museum Nasional Hangeul. Pengunjung bisa:
- mencoba huruf braille Hangeul, memperingati 100 tahun braille Korea
- membuat gantungan kunci dan tas bertema Hangeul
- bertanya kepada Raja Sejong versi AI lewat layar
- meminta kaligrafer menuliskan kalimat pilihan mereka
- bermain "detektif ejaan," mencari kesalahan ejaan umum dalam dua menit
Pada Hari Hangeul itu sendiri, Pemerintah Kota Seoul menambahkan programnya sendiri di Lapangan Gwanghwamun dari pukul 11.00 sampai 16.00, dengan pembuatan kartu pos Hangeul, pertunjukan, tur stempel, serta karakter berkostum Raja Sejong dan Haechi (maskot Seoul).
Kesalahan ejaan yang orang Korea pun sering lakukan
Permainan ejaan itu menampilkan dua jebakan klasik. Banyak orang Korea menulis 몇일 untuk "berapa hari / tanggal berapa," padahal ejaan yang benar adalah 며칠 (myeochil). Lalu "jumlah barang" ditulis 개수 (gaesu), bukan 갯수. Kalau kamu pernah ragu, tenang, kamu tidak sendirian. Aturan ejaan bahasa Korea disebut 맞춤법 (matchumbeop).
Bahasa Korea dari berita ini
| Korea | Romanisasi | Arti |
|---|---|---|
| 한글날 | Hangeullal | Hari Hangeul (9 Oktober) |
| 훈민정음 | Hunminjeongeum | "Bunyi yang Benar untuk Mengajar Rakyat" (1446) |
| 세종대왕 | Sejong Daewang | Raja Sejong Agung |
| 자음 / 모음 | jaeum / moeum | konsonan / vokal |
| 맞춤법 | matchumbeop | aturan ejaan |
| 며칠 | myeochil | berapa hari; tanggal berapa |
| 100주년 | baek junyeon | peringatan 100 tahun |
Coba ucapkan: 오늘이 며칠이에요? (oneuri myeochirieyo?) – "Hari ini tanggal berapa?"
Sumber: The Korea Times – Seoul marks Hangeul Day centennial, MTN News – Perayaan malam Hari Hangeul (bahasa Korea), The Fact – Pekan Hangeul di Gwanghwamun (bahasa Korea)